Free Website Hosting

Teroris Eropa Ini Pernah Operasi Plastik


Kepala Intelijen Norwegia Janne Kristianse mempercayai terdakwa teroris Anders Breivik pernah melakukan operasi pastik supaya terlihat lebih 'Arya'.

"Anda tidak akan melihat tampang Arya yang alamiah seperti itu di Norwegia," kata Kristianse saat diwawancara The Sunday Times. "Hitler akan menaruh dia di posternya. Dia memiliki muka Arya klasik yang sempurna. Dia pasti telah melakukan operasi plastik."

Seorang teman Breivik menyebutkan pada Telegraph bahwa pria yang telah menewaskan puluhan orang itu pernah mengoperasi hidungnya saat berusia 21 tahun. "Saya ingat di suatu pesta dia berkata telah mengoperasi hidung dan dagunya melalui operasi plastik di Amerika," kata temannya itu. "Itu sedikit aneh namun dia memang bergaul dengan orang yang terobsesi pada tubuh mereka saat itu."

Sebuah sumber Telegraph menyebut kesombongan Breivik berlanjut di sel. Dia menolak difoto untuk penyelidikan dan mengenakan sweater merah Lacoste ke pengadilan, setelah petugas mengatakan dia tidak bisa mengenakan seragam militer.

Breivik, pendukung supremasi kulit putih ini, mengecam Muslim dan paham multikulturalisme di manifesto 1.500 halamannya. Dia bekas anggota Liga Pertahanan Norwegia, sebuah kelompok ekstrem kanan Inggris yang memusuhi Islam. (kd)
• VIVAnews

Wanita Ini Setubuhi 1.000 Pria dalam 10 Tahun


Christina Saunders begitu terobsesi dengan karakter Samantha Jones dalam serial 'Sex and The City'. Wanita asal Inggris itu bahkan nekat menunaikan "misinya" untuk bersetubuh dengan 1.000 pria dalam kurun waktu 10 tahun.

Seperti dikutip dari laman Your Tango, Christina mengaku sangat tertantang dengan karakter Samantha yang begitu percaya diri memikat dan menguasai banyak pria di tempat tidur. "Samantha sangat seksi, percaya diri, dan membanggakan. Saya terpesona dengan perilakunya yang seperti pria, bisa tidur dengan siapa saja," katanya.

Christina, yang kala itu masih seorang mahasiswi berusia 20 tahun, pun terdorong untuk menjadi menjalani kehidupan bak Samantha. Ia bersetubuh dengan sedikitnya satu pria dalam seminggu. Demi mencapai targetnya menyetubuhi 1.000 pria, ia nekat melakukan apa saja, termasuk melakukan hubungan seksual dengan dua lelaki sekaligus.

Menjelang lulus kuliah, jumlah pria yang berhasil ditaklukkannya telah menyentuh angka 300. Seiring bertambahnya usia, obsesinya makin meletup-letup. Selama bekerja di London, ia semakin rajin menggoda pria di sejumlah bar. Ia juga semakin sering berlibur demi bertemu lebih banyak pria. Bahkan, ia pernah bersetubuh dengan 15 pria selama sepekan berlibur di Ibiza, Spanyol.

Agar tak salah menghitung, Christina selalu membawa buku harian setiap kali bepergian. Ia juga tak pernah lupa menuliskan nama pria berikut kemampuan seksualnya setiap kali selesai melakukan persetubuhan. Setiap detail pengalamannya tertuang rapi dalam buku hariannya.

Di tengah lingkungan sosial yang mulai memanggilnya pelacur, Christina pantang mundur. "Saya tidak merasa kotor, saya sudah merasa kecanduan," katanya. Christina sudah dibutakan obsesinya. Ia agaknya juga tak peduli dengan potensi penyakit menular seksual yang bisa membunuhnya.

Yang pasti, setelah berhasil menyelesaikan misinya pada usia 30 tahun, Christina mulai menyesali diri. "Saya sepertinya telah mengambil tindakan yang terlampau jauh. Yang saya inginkan saat ini hanya menenangkan diri," katanya.

Kisah Christina adalah salah satu potret dari seberapa negatif tayangan televisi bisa berdampak bagi kehidupan manusia. Itulah mengapa banyak psikolog selalu mengingatkan akan pentingnya menyeleksi setiap tayangan yang akan ditonton. Penting buat kita untuk dapat memisahkan antara dunia imajinasi dan realita.
sumber : VIVAnews